Lebaran tidak mudik
Lebaran kali ini saya dan isteri memutuskan tidak mudik. Jadwal mepet, mendekati puncak. Sebenarnya sedih juga. Baru kali ini, selama lima tahun merantau di Jakarta memutuskan tidak mudik. Padahal dulu. Sebulan sebelumnya pasti sudah beli tiket.
Dulu memang kerja dengan jadwal longgar, jadi bisa memutuskan beli tiket lebih awal. Sekarang, jadwal libur baru dietahuoi pertengahan puasa. Tidak siap.
Mau mencoba bagimana rasanya lebaran di Jakarta. Pasar sepi, karena penjualnya pada mudik, warung tegal juga tutup. Jalanan Jakarta yang biasanya sangat macet katanya juga akan sepi. Dan siap-siap kesepian, di rumah atau jalan-jalan. Jauh dari riuh rendah halal-bihalal di kampung yang pasti meriah.
Juga akan melewatkan kunjungan ke saudara-saudara, atau teman-teman lama. Tidak ke pantai Ketawang, ritual setiap lebaran. Tidak bisa mengajakisteri makan bakso kegemarannya di Ketawang yang katanya bakso paling enak sedunia.
Pokoknya sepi. Membayangkan jadi agak merinding. Tapi ada untungnya juga. Tidak desak-desakan beli tiket, tidak repot cari tiket buat baliknya.
Yang mau mudik, semoga selamat sampai di rumah. Yang tidak bisa mudik, jangan sedih.
Lebaran. Semoga berikutnya aku bisa pulang.
posted on:9/10/2009 4:01:40 PM | by: meds | under: diary |
( 6 ) Komentar

