Cintai Indonesia, Cintai KPK
Perseteruan antara tiga lembaga penegak hukum, Polri dan Kejagung dengan si cicak KPK kian memanas, yang berlomba menekan dan mengecilkan KPK. Dua pimpinan non-aktif KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto ditahan Mabes POlri tanpa alasan yang kuat. Katanya, ini berdasarkan petunjuk dari Kejaksaan Agung.
Inilah babak baru gesekan antara Polri dan Kejagung melawan cicak kecil KPK. Polri dan bahkan Presiden boleh saja membantah ada gesekan antara Polri dan KPK, juga menolak istilah kriminalisasi KPK. Namun fakta yang terjadi mendukung sangkaan tersebut.
Dimulai dengan gerilya di UU Tipikor, yang pembahasannya tidak melibatkan KPK, isinya hampir mengurangi kewenangan KPK, juga persyaratan untuk menyadap harus seijin kejaksaan. Lalu penerbitan Perppu yang menunjuk 3 pimpinan KPK sebagai pengganti 3 piminan KPK yang di non-aktifkan. Ternayata, semenjak dilantik, belum ada gebrakan yang signifikan, bahkan, pembelaan terhadap Chandra dan Bibit juga belum terlihat maksimal.
Polri adalah penegak hukum punya hak menyidik dan menahan seseorang. Namun menahan dengan alasan yang tidak jelas, adalah zalim dan melanggar hak konstitusional warga negara. Apalagi tuduhan yang diajukan kepada Chandra dan Bibit berubah-ubah. Mulai dari suap, penyalahgunaan wewenang, kemudian pemerasan. Dari materi yang disangkakan saja berubah-ubah, harusnya kalau memang secara materi tidak cukup bukti untuk menahan, maka dua orang tersebut ya bebaskan saja. Baru, kalau memang POlri memiliki bukti yang kuat, tahan dan proses.
Kondisi memanas dimulai dengan beredarnya tranksrip yang katanya berisi pembicaraan telpon yang menyebut nama beberapa petinggi Kejagung dan Polri. Transkrip ini berisi perencanaan/ rekayasa untuk menjebloskan kedua pimpinan KPK tadi, mengerdilkan KPK. Isi transkrip menjadi sorotan karena menyebut RI 1.
Tapi tindakan Kejagung dan Polri justru membingungkan, bukannya memeriksa orang-orang yang terindikasi terlibat "rekayasa" tapi justru saling bantah. Bahkan yang terlihat menonjol justru mau mencari siapa yang merekam dan menyebarkan transkrip, bukannya mendalami isi materi transkrip.
Penangkapan Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto setelah geger transkrip beredar jelas memancing kecurigaan masyarakat bahwa polisi panik, polisi takut semuanya terbongkar. Maka ditahanlah Cahndra dan Bibit. Langkah Polri mengundang reaksi banyak tokoh juga masyarakat, banyak tokok yang bersedia menjadi penjamin.
Dukungan juga datang dari komunitas pengguna Facebook dengan dukungan "dukungan 1 juta Facebookers untuk Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto", yang sampai hari ini sudah mencapai sekitar 150 ribu member.
Selanjutnya bagimana? Sebagai warga negara yang baik, mari dukung pemberantasan kosrupsi tanpa pandang bulu. Korupsilah yang menempatkan bangsa ini tidak maju-maju, karena uang yang seharusnya untuk pembangunan atau subsidi rakyat kecil diambil koruptor. Dan sayangnya, katanya, banyak yang kemudian diparkir di bank-bank luar negeri. Koruptor adalah pengkhianat bangsa.
Harapan terhadap pemerintahan SBY? Saya ragu. Dengan komposisi DPR tidak imbang antara pendukung pemerintah dan oposisi, kecil harapan pemerintahan SBy bisa memberantas korupsi. Dengan banyaknya partai yang masuk pemerintahan siapa yang mengawasi? Kita lihat DPR tidak ada komentarnya, hanya orang per orang yang seperti buat bumbu penyedap saja. PDIP, yang selama ini katanya mau opisisi, juga tidak terdengar gaungnya...............
Ingat The power is tend to corrupt. Siapa yang memerintah punya kecenderungan pemerintahannya korup. Semakin lama memerintah, semakin banyak kepentingan yang menempel, semakin banyak virus-virus korupsi menyerang.
Kalau memang Chandra dan Bibit bersalah, proses dan hukum. Kalau tidak, lepaskan. Jangan ada dusta, jangan ada rekayasa. Yang menang memang bisa berbuat semaunya, dan sejarah memang milik mereka yang menang, Tapi kalau kekatan manusia sudah tidak kuat mengingatkan yang salah, maka Tuhan akan turun tangan mengingatkan makhluk-Nya.
So, Cintai Indonesia, Cintai KPK. Untuk memberantas korupsi. Menuju Indonesia yang Jaya, Indonesia yang membanggakan.
posted on:10/31/2009 3:49:40 PM | by: meds | under: opini |
( 5 ) Komentar

