Tidak bisa berharap banyak pada DPR

DPR RI singkatan dari Dewan Perwakilan Republik Indonesia. Yaitu sebuah lembaga tinggi yang merupakan representasi suara rakyat yang dipilih lewat pemiliah umum setiap lima tahun sekali. Sebagai perwakilan rakyat seharusnya DPR mencerminkan dan mewakili suara rakyat. Namun kita lihat kenyataannya, lebih sering suara DPR cenderung mendukung suara partainya, atau malah pemerintah.

Komposisi kekuatan partai di DPR yang didominasi partai pendukung pemerintah semakin menyulitkan DPR bisa menjadi kekuatan pengimbang kebijakan pemerintah SBY. Demi menjaga tali "koalisi", dan memang begitu seharusnya, banyak fraksi yang enggan bersuara kritis terhadap pemerintahan, walaupun ini mungkin aspirasi konstituennya.

Sekarang ini sedang panas cerita mengenai perarungan antara Cicak dan Buaya. Cicak mewakili KPK, Buaya mewakili Polri. Bahkan menurut saya, cicak dikerubuti oleh banyak pihak, dari Polri, Kejaksaan Agung, dan terakhir DPR.

Ketiga lembaga ini seperti mati-matian saling dukung untuk menghukum dua pimpinan KPK non aktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Ini tentu aneh, sementara Anggodo Widjaja saja, yang dalam sangkan Polri disangka melakukan usaha penyuapan, yang kemudian diubah menjada "korban" pemerasan, tidak diapa-apakan, juga nama-nama oknum Polri dan Kejagung yang disebut dalam pembicaraan telpon yang diperdengarkan di MK, tidak juga dikenai sanksi.

Apalagi kabar petinggi Polri malah menemui buron Anggoro Widjaja di Singapura, dan atas seijin Kapolri. Ketika dimintai tanggapan. ada saja mengelaknya, waktu itu baru dijadikan tersangka oleh KPK, sementara oleh Polri baru dijadikan saksi. Aneh. Lembaga macam apa Polri ini kalau ada orang yang sudah menjadi DPO kok malah ditemui oleh pejabatnya.

Dalam Raker Komisi III DPR dan POlri juga terlihat bukan merupakan pertemuan evaluasi atau kritik, tapi lebih sebagai pemberian waktu dan tempat untuk menjelaskan kepada publik kasus Cicak - Buaya versi Polisi. Tak ada pertanyaan tajam, tak ada perdebatan sengit, yang ada malah tepuk tangan.

Demikian juga ketika Raker Komisi III dengan Kejagung, yang ada juga forum klarifikasi Kejagung kepada publik, karena disiarkan langsung. Bahkan kesimpulan raker, mendukung dilanjutkannya kasus Chandra M Hamzah dan Bibit ke pengadilan. Sementara, tekanan untuk mengusut siapa-siapa yang ada direkaman yang diperdengarkan di MK, tidak menjadi keputusan.

Namun suasana berbeda ketika KOmisi III DPR melakukan rapat dengar pendapat dengan Kompak (komisi Masyarakat anti Korupsi). Ini baru rapat. Terjadi perdebatan sengit antara Thamrin Amal Tamagola dengan pimpinan sidang. Untuk kubu yang mengkritik Komisi III tak sabar, kemudian menghentikan sidang secara sepihak.

Dari Kompak hadir adalah Ray Rangkuti, Yudi Latief, Effendy Ghazali , Jerry Sumampouw, Johan Silalahi, Franky Sahilatua, Irman Putrasidin, Usman Hamid, Fadjroel Rachman, Sebastian Salang, Faisal Basri, Thamrin Amal Tamagola, juga perwakilan Mahasiswa BEM UI itu akhirnya membubarkan diri setelah dicuekin pimpinan Komisi III yang masuk ruangan pimpinan.

Dari perjalanan kasus selama ini saya lihat tak ada pemihakan DPR untuk penguatan fungsi lembaga anti Korupsi KPK. Dalam dialog di Metro TV, antara perwakilan Komisi III dengan Kompak, Wakil Ketua KOmisi III dari PKS, Fachry Hamzah membantah kalau DPR tidak mendukung KPK, menurutnya DPR juga sama dengan Kompak. DPR ingin semua lembaga penegak hukum: Polri dan Kejaksaan sehat. Kalau sudah sehat, KPK dibubarkan.

Alasan ini memang bagus. KPK memang sifatnya ad hoc, sementara. KPK dibentuk karena lembaga penegak hukum yang ada, yang pegawainya ribuan, tidak juga bisa memberantas korupsi, bahkan disinyalir menjadi perlindungan dan sarang koruptor. Yang jadi masalah, kalau memang DPR ingin menguatkan POlri dan Kejagung, mengapa orang-orang yang terindikasi terlibat sebagai markus tidak direkom untuk dipecat. Kemudian kalau memang DPR ingin menguatkan KPK, mengapa mau meloloskan pasal dalam UU Tipikor yang isinya mengurangi kewenangan KPK. Tanpa kewenangan khusus, KPK tidak ada gunanya.

Suara publik mengharapkan pemihakan DPR terhadap KPK. Dukungan kuat dari komunitas pengguna facebook bahkan mencapai angka jutaan. Suara di forum-forum dari detik, vivanews, kaskus, juga banyak yang mendukung KPK. Tajuk rencana di berbagai media juga mendukung KPK. Karena masyarakat menilai KPK sedang di dzalimi.

Namun seperti kita lihat, DPR lebih memihak Kejaksaan Agung dan Polri. Mereka tidak peduli dengan suara rakyat. Bahkan rekomendasi Tim 8, untuk menghentikan penyidikan Chandra - Bibit tak digubris. Memang kalau memang Bibit dan Chandra bersalah, hukum mereka. Asal prosedurnya benar. Yang ada adalah, bukti kurang dan terus dicari, tapi dipaksakan untuk dibawa ke pengadilan.

Bandingkan dengan misalnya kasus pelanggaran pidana pemilu yang dilaporkan Bawaslu pemilu lalu. Polisi meng-SP3-kan kasusnya, padahal bukti ada.

Banyak pihak yang menengarai Chandra dan bibit dijadikan tersangka karena mereka berusaha membongkar skandal Bank Century, yang menyebabkan negara harus menggelontorkan dana sampai 6.7 Triliun. Di Bank Century kabarnya ada dana milik penyumbang besar Tim kampanye SBY- Boediono. Dalam dialog dengan Mero TV (11/11), aktivis KOmpak, Usman Hamid juga menyebutkan, pangkal dari kisruh Cicak - Buaya adalah skandal Bank Century. Berat-berat......

Beberapa anggota DPR memang ada yang menggalang Hak Angket Kasus Bank Century yang dipelopori oleh PDIP, Hanura dan Gerindra. Namun dengan kompsosisi DPR yang mayoritas dikuasai partai pendukung pemerintah, rasanya sulit hak angket ini bisa lolos. Apalagi pengalaman yang lalu, hak angket hanya digunakan oleh partai untuk menaikkan bargaining politik terhadap pemerintah.

Kepada siapa lagi suara rakyat mau disalurkan? DPR sudah dikuasai. Gerakan mahasiswa mlempem. Facebook hanya ramai di dunia maya. Suruh demo? Panas.... Tidak apa-apa lah.

Oke lah kalo begitu..

Harapan kita tinggal kepada pers yang bebas dan mandiri. Sehingga bisa menjadi wadah mengawasi kebijakan pemerintah.

« HOME

posted on:11/11/2009 5:13:15 PM | by: meds | under: opini | coment on medscript ( 18 ) Komentar

Bookmark and Share

Related Post

  1. Jangan lupakan kasus Century--6/30/2010 1:36:25 PM
  2. Selamat Bermuktamar untuk NU--3/24/2010 2:27:27 AM
  3. Pelajaran Lalu-lintas--2/13/2010 4:07:53 AM
  4. Demonstrasi, semoga tidak ramai-ramai mendemo angin--1/28/2010 4:19:02 PM
  5. Nasib Hak Angket Century DPR sepertinya suram--11/26/2009 11:47:34 AM
  6. Cintai Indonesia, Cintai KPK--10/31/2009 3:49:40 PM
  7. Menunggu telpon--10/14/2009 6:46:08 PM
  8. Aburizal Bakrie ketua umum Golkar yang baru, jadi ilfill--10/7/2009 5:57:47 PM
  9. Antara Cicak dan Buaya--9/15/2009 7:06:41 PM
  10. Golkar Bingung--4/28/2009 12:06:52 AM
  11. Golkar - Demokrat pisah--4/22/2009 11:55:37 AM
  12. Pemilu 2009, Demokrat yang fenomenal--4/10/2009 2:54:16 AM
  13. Situ Gintung--4/3/2009 9:41:50 AM
  14. Pemilu Banyak Partai, tanya kenapa--3/18/2009 9:38:25 AM
  15. Rokok Haram, Golput haram. Tanya Kenapa?--1/27/2009 10:29:31 AM
  16. Teori Jendela Pecah untuk Jakarta--11/19/2008 9:49:46 AM
  17. Hati-hati BLBI Jilid 2--11/14/2008 11:32:29 AM
  18. Memperingati Hari Pahlawan--11/10/2008 10:57:32 AM
  19. Krisis keuangan Global--10/14/2008 12:14:22 AM
  20. Pakaian Khusus Buat Koruptor--8/12/2008 11:44:05 AM

Komentar

Silakan berkomentar. Tuliskan url blog atau website anda dengan valid. Link di komentar ini dofollow. Jadi anda akan dapat bonus backlink

SUGENG K mengatakan ...

11/13/2009 1:32:00 AM

Berharap kepada siapa ? Berharaplah pada diri sendiri. Apabila seluruh orang Indonesia seperti anda, saya jamin Indonesia akan seperti yang anda harapkan.


BEDROOM FURNITURE mengatakan ...

11/13/2009 6:16:21 AM

Apalagi pengalaman yang lalu, hak angket hanya digunakan oleh partai untuk menaikkan bargaining politik terhadap pemerintah.


CORPORATE CHRISTMAS GIFTS mengatakan ...

11/17/2009 6:25:45 AM

To have the rights we need to fight for it and struggle for it.


PINGSOET mengatakan ...

11/24/2009 8:57:14 AM

How can we win when fools can be kings??


MEDS mengatakan ...

11/24/2009 2:18:33 PM

u pingsoet. inikah theme kaos pingsoet?


INVESTASI mengatakan ...

11/25/2009 4:43:02 PM

harapan saya ada di generasi muda. Semoga generasi yang akan datang lebih baik dari yang sekarang.


HORSE RACING BETTING SYSTEMS mengatakan ...

12/11/2009 2:03:31 AM

I have to work a lot for this post to translate it in English. Anyways its nice one.


HEALTH RETREATS AUSTRALIA mengatakan ...

12/14/2009 4:08:32 AM

The podcast poll has been the remarkable well suited and we need to finally have to attempt to archive such filed regulations as such.


HEALTH RETREATS AUSTRALIA mengatakan ...

12/14/2009 4:11:42 AM

Our main strength is web development, and while we do design as well, most of our projects are designed by freelancers and agencies, and we build the sites.It should be enhanced and monitored.


LANSOLOT mengatakan ...

12/16/2009 6:22:02 AM

hak angket hanya digunakan oleh partai untuk menaikkan bargaining politik terhadap pemerintah.


MEDS mengatakan ...

12/16/2009 2:12:30 PM

itu yang harus di waspadai. masa wakil rakyat malah menjual suara rakyat.


IDYLLIC CORNISH HOLIDAY C mengatakan ...

12/18/2009 4:41:15 AM

The emphasis on young girls getting ed is particularly disturbing for SO many reasons. Come on, if you let your young children 10 and under watch things like this, you’re helping build their tolerance for violence and torture, which is the opposite of healthy child-rearing!


DAFTAR PTC LUAR TERPERCAYA mengatakan ...

1/20/2010 10:27:54 AM

betuil itu sebab sekarang kita tidak bisa berharap pada dpr sebab dpr sekarang terlalu mikirkan pribadi sihh


BLACKPOOL STAG mengatakan ...

8/10/2010 2:39:42 AM

Our main strength is web development, and while we do design as well, most of our projects are designed by freelancers and agencies, and we build the sites.It should be enhanced and monitored.Thanks for sharing this blog......


PAINTBALLING GAMES mengatakan ...

12/22/2010 5:12:26 AM

Berharaplah pada diri sendiri. Apabila seluruh orang Indonesia seperti anda, saya jamin Indonesia akan seperti yang anda harapkan.


IBIZA WEEKEND BREAKS mengatakan ...

3/31/2011 8:06:00 AM

Two spoons of honey with a glass of herbal tea make the perfect blend to trigger weight loss. However, this combination is not advisable for people suffering from diabetes.


COMMERCIAL AIR CONDITIONING mengatakan ...

5/5/2011 11:01:50 PM

Come on, if you let your young children 10 and under watch things like this, you’re helping build their tolerance for violence and torture, which is the opposite of healthy child-rearing!Anyways its nice one.


ABBOTT mengatakan ...

2/1/2012 11:26:15 PM

Thanks for blog........


Nama | Name

Email

*tidak ditampilkan

Blog/ Website

*tanpa http

Komentar

Masukkan Kode Berikut | Refresh untuk ganti Kode

CAPTCHA |

about sumedi
foto sumedi

ini adalah personal blog saya. Berisi tulisan, pendapat pribadi, ulasan terhadap sesuatu. Untuk mencari dan berbagi pengalaman. Mengapa bukan wordpress, jomlaa, atau drupal? [selengkapnya]

recent post asp
my comments
my archives

Viewed: 291779 kali
its just click counter not unique visitor, not visit counter