Pakaian Khusus Buat Koruptor
Isu korupsi sekarang menjadi topik hangat di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik. Ini karena keberhasilan KPK mengungkap beberapa skandal yang sungguh menorehkan luka di hati banyak rakyat Indonesia. Ada skandal "bersih diri" dari kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang melibatkan kejaksaan agung dan orang-orang Bank Indonesia (BI), juga anggota DPR. Kasus suap mengenai alih fungsi hutan lindung, pengadaan kendaraan Pemadam Kebakaran, dan pengadaan kapal patroli cepat.
Semua melibatkan lembaga yang seharusnya menjadi tumpuan rakyat Indonesia dalam mengelola negara ini dengan benar. Kejaksaan Agung, tempat para jaksa yang terhormat, yang seharusnya mengadili, melakukan penuntutan. BI, pengatur moneter dan keuangan. Dan DPR, si penguasa baru, yang bisa membuat UU bersama presiden, mengamandemen UU, memanggil presiden.
Ada yang setuju, ada yang tdak setuju. Yang setuju, mereka layak memamakainya, selama ini para tersangka korupsi bisa tampil dengan jas mahal, lempar senyum sana-sini, seolah tidak bersalah. Dengan pakaian khusus yang menyebutkan mereka koruptor, akan menimbulkan efek jera. Yang tidak setuju berpegang pada azas praduga tak bersalah, belum tentu orang yang dipanggil KPK benar bersalah.
ICW (Indonesian coruption watch) bahkan sudah mengajukan desain pakaian untuk tahanan kasus korupsi. Lembaga ini memang ontent memantau kasus korupsi di berbagai lembaga pemerintah. Terakhir, mengenai dugaan penyelewengan dalam pengelolaan minyak di Indonesia oleh BP MIgas dan pertamina, termasuk pengadaan tabung elpiji.
Korupsi dan penyuapan disinyalir sudah menjadi budaya di masyarakat kita, yang kecil saja: dari pembuatan KTP, penilangan di jalan raya, melamar kerja, mendaftar PNS, KIR kendaraan/ Uji emisi, ingin masuk Sekolah favorit, dll.
Namun, korupsi harus diberantas. Setujukah anda dengan pakaian khusus koruptor?
posted on:8/12/2008 11:44:05 AM | by: meds | under: opini |
( 2 ) Komentar

