Krisis keuangan Global
Dunia sekarang ini sedang mengalami krisis keuangan. Pemicunya adalah krisis keuangan di negara adidaya AS. Awalnya adalah pemberian kredit mudah pada sektor perumahan yang berakibat pada banyaknya gagal bayar. Efeknya, banyak lembaga pembiayaan keuangan bangkrut. Ada Lehman brothers (Lik Man bersaudara). Dasar AS, setiap geraknya menimbulkan efek bagi negara lain.
Efek besarnya melanda negara-negara lain, termasuk Indonesia. Banyak bursa saham yang menghentikan perdagangannya karena harganya terus merosot. Nilai IHSG (index harga saham gabungan ) merosot tajam, dari 2400 ke 1400. Berarti nilai banyak saham mengalami penuruan yang drastis.
Katanya pemerintah kita begitu longggar dalam menerapkan aturan moneter. Banyak dana yang di parkir di Indonesia adalah hot money (artine opo yo?). Yang sewaktu-weaktu bisa ditarik keluar. Pagi masuk, sore keluar. Kata ahli, seharusnya dana yang masuk tidak semudah itu keluar sewaktu-waktu, minimal satu tahun diparkir. Tapi mungkin karena daya saing Indonesia rendah, obral saja, kalau terlalu banyak persayaratan nanti tidak ada dana yang masuk.
Banyak juga yang melakukan aksi ambil untung. Mungkin itu termasuk Short Selling. Harusnya para broker saham harus diberi kuliah patriotisme. Sehingga tidak melakukan transaski yang bisa mengganggu ekonomi negara. Lakukan transaksi yang menguatkan ekonomi. Tapi mungkin patriotisme para broker adalah patriotisme uang. Siapa memberi uang itulah yang dibela. Yang kelasnya trans-nasional, negara yang memberi keuntungan itulah negaranya.
Banyak yang melakukan suntikan dana segar untuk mencegah bursa lebih terpuruk. Pemerintah Indonesia sendiri menaikkan julah penjaminan uang nasabah pada bank, yang sebelumnya 100 juta menjadi 2 M. Ini untuk meyakinkan nasabah bahwa uang mereka aman, sehingga tidak terjadi kepanikan yang berakibat rush seperti pada 1998.
SBY sudah mengeluarkan pernyataan bijak: Jangan Panik. Hadapi krisis. Seperti kata Bang One TVONE: Jangan lari, bersama kita bisa.
Pemerintah Amerika sendiri melakuan suntikan hingga ratusan milyar dolar. Kabarnya kerugian yang di derita sampai USD 700 M. Ini dari detikfinance, setelah Eropa, kini giliran pemerintah Amerika Serikat (AS) yang akan menginjeksikan US$ 250 miliar ke bank-bank AS.
Departemen Keuangan AS rencananya akan memberikan paparan dari rencana tersebut pada Selasa (14/10/2008) pukul 08.00 waktu setempat. Langkah ini diambil setelah Menkeu AS, Henry Paulson bertemu dengan para bankir di Wall Street.
Efeknya bagi blogger? Mungkin tidak berefek. Tapi kita bisa membantu krisis untuk negara tercinta. Tarik dolar sebanyak-banyaknya ke Indonesia. Coba bayangkan, kalau ada sejuta blogger Indonesia masing-masing bisa mendapatkan 1000 dolar, sudah 1 milyar dolar = 9.500.000.000.000 = 9.5 T. Memang belum seberapa, tapi pasti cukup membantu.
posted on:10/14/2008 12:14:22 AM | by: meds | under: opini |
( 2 ) Komentar

