Duka untuk Palestina
Liburan ternyata memutuskanku dari berita. Ada update Page Rank, walaupun semua blog yang saya miliki tak ada yang naik, beberapa justru turun. Tak mengapa. Ada berita lebih buruk: Israel menyerang Gaza, Palestina. Sebuah duka untuk Palestina, negeri yang belum juga merdeka, sudah dihimpit perang saudara, dan sekarang salah satu faksinya berhadapan dengan Israelyang mempunyai persenjataan modern dan didukung Amerika.
Alasan Israel masih sama, melindungi penduduknya dari serangan roket. Alasan yang sama dengan waktu menyerang Hisbullah di Libanon Selatan. Masuk akal. Namun balasannya yang tidak masuk akal. Seperti yang terjadi dengan hizbullah di Lebanon, yang digempur habis-habisan, yang memakan korban ribuan, menghancurkan infrastruktur Libanon selatan. Itu balasan untuk 2 prajurit yang ditawan.
Sekarang Gaza, negeri kecil yang terisolir blokade, laut diblokade, dibatasi tembok, pintu keluar hanya ke Mesir, menjadikan bagian ini dijuluki penjara kota. Sudah begitu diserang pula. Dari berita-berita di TV, keadaan di sana sungguh mencekam. Gedung-gedung porak-poranda, anak-anak terluka dan meninggal, rumah sakit kekurangan obat, rakyat kekurangan bahan pangan. Roket kecil dibalas dengan serangan artileri berat dan Bom GBU. Tak hanya markas tentara, rumah sakit, gedung pemetrntah, sekolah, masjid, di bom. Korbannya tak hanya pejuang Hamas, tapi juga anak kecil dan warga sipil.
Akhirnya pasukan darat Israel menyerang kota, dengan Tank Merkava dan artileri berat, dengan bantuan helikopter dan pesawat tempur, mereka masuk ke kota. Sungguh ngeri membayangkan, sebuah kota terperangkap tembok dan blokade, di hujani BOM. Dan korban semakin banyak.Hampir 500 orang dengan ribuan terluka.
Gaza mengahadpi sendiri kekuatan militer terkuat di teluk tengah. Israel mendapat suplai senjata dan peralatan tempur tercangggih dari sang abang, Amerika. Bandingkan dengan Hamas yang hanya menggunakan senjata konvensional dan perang gerilya. Jelas tak imbang. Dimana Negara-negara Liga Arab tak kuasa, negara-negara dengan penduduk Muslim seperti Indonesia, diam saja. Bagimana dengan PBB, Amerika?
Menjadi bukti bahwa PBB tidak berdaya menghadapi Amerika. DK PBB memang sempat melakukan pertemuan membahas situasi Gaza dan kemungkinan gencatan senjata, namun usulan gencatan senjata di veto oleh negara yang mengaku sebagai polisi dunia: Amerika. Amerika memveto usulan liga Arab untuk gencatan senjata di Gaza. Ya Amerika memang selalu membela Israel. Untuk negara lain, Amerika bisa keras, tapi untuk Israel, Amerika tutup mata terhadap berbagai pelanggaran.
Terbukti, bahwa hak veto yang dimiliki anggota tetap DK PBB lebih banyak dimanfaatkan untuk kepentingan mereka. Resolusi apa yang bisa menekan Israel. Padahal Israel masih terikat resolusi DK PBB yang menyatakan haru menarik mundur pasukannya dari Gaza dan Tepi Barat.
PBB memang tidak berdaya. Waktu melihat Irak, negara yang bedaulat di serang Amerika. Menggantikan rezim dengan rezim buatan mereka. Afganistan juga. Ingat juga waktu Israel menyerang Lebanon Selatan, bahkan mencapai wilayah bandar udara. PBB tak berdaya.
Semoga Gencatan senjata segera terjadi, semoga tragedi kemanusiaan di Gaza bisa dihentikan, semoga Israel sadar atau di sadarkan oleh Tuhan.
posted on:1/5/2009 10:54:54 AM | by: meds | under: berita |
( 10 ) Komentar

