BBM Mau Naik, BBM Langka. Tanya Kenapa.
Seperti yang sudah-sudah, kebijakan pemerintah selalu membuahkan efek berantai. Saat ini, rencana kenaikan harga BBM juga sudah didahului efek awalnya: BBM mulai langka. Gas langka, minyak tanah langka, bensin langka. Itu terjadi di beberapa daerah.
Alasannya, pasokan dari pertamina kurang. Transportasi tersednat. Kilang pengolahan rusak. Kebutuhan masyarakat yang meningkat. Atau ada yang menimbun BBM.
Semua bisa benar. Bangsa kita memang tak pernah siap dalam banyak kondisi. Konversi minyak ke gas, tidak jelas. Giliran minyak ditarik, kompor belum terdistribusi, gas langka.
Mau menaikkan harga BBM (mengurangi subsidi BBM) perangkat pendukung juga belum siap. BLT malah menjadi kontroversi di mana-manam, bahkan ada beberapa daerah yang menolak. Alasannya, ketidaksiapan pemerintah dalam program ini, seperti data yang sudah tidak valid, karena memakai data lama. Banyak warga miskin yang tdiak kebagian.
Intinya tidak siap. Pemerintah tidak siap. Masyarakat juga tidak siap. Pengalaman yang lalu, pada hari terakhir menjelang kenaikan BBM, masyarakat betrbondong-bondong antre memborong minyak seolah-olah minyak mau habis.
Memang menyerahkan harga minyak pada pasar dunia seperti menyerahkan harga minyak pada mafia. Harga minyak dunia dipatok berdasarkan harga yang dipasarkan di bursa AS.
Yang menjadi korban adalah rakyat miskin. Memang, rakyat miskin bukan pengguna besar minyak tanah, tapi dengan kemampuan eonomi ayng rendah, rakyat miskinlah yang menanggung efek terbesarnya. Pemerintah membuat program serumnya yaitu BLT. Bantuan langsung tunai, sebesar 100.000 per KK per bulan bagi keluarga miskin. Padahal dengan kenaikan harga BBM, semuanya akan ikut naik. Selain itu, program ini juga disinyalir berbau politik. Sebagai "suap" bagi rakyat miskin supaya bersimpati kepada pemerintahan sekarang, unjungnya: proyek pra-pemilu.
Mana yang benar? Silakan dianalisis sendiri. Tapi, pemerintah harus punya sikap yang jelas. Kalau memang menaikkan BBM menjadi keharusan, harus punya kebijakan yang jelas, tidak plin-plan, dan bukan kebijakan parsial saja. Harga matinya afdalah demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
posted on:5/21/2008 3:04:49 AM | by: meds | under: opini |
( 4 ) Komentar

