Go Green: Taman Kecil Hijau
Sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung gerakan Jakarta Go Green, menghijaukan Jakarta, saya menanam beberapa tanaman dalam pot di ruang sempit kos-kosan. Ada semacam Aglaonema, pandan, Euphorbia, Tapak Liman, dll. Tidak hafal, tapi yang murah meriah. Beli lima ribuan dari pedagang keliling. Walaupun masih terlalu kecil kalau harus menghijaukan Jakarta, tapi paling tidak mengijaukan salah satu titik Jakarta, kos-kosan. Yang penting hijau.

Saya memang suka tanaman. Dulu, waktu masih di desa, Ds. Pasaranom, Kec. Grabag, Purworejo, saya juga menaman beberapa tanaman dalam pot. Ada bonsai beringin, anggrek bulan, pandan pantai, paku, dll. Bonsai beringin saya tanam dari ranting kecil, tahun 2006, buat mengenang waktu kecelakaan, sampai sekarang masih ada, tingginya belum ada satu meter. Dulu saya rawat, pangkas kalau daunnya terlalu banyak, saya beri pupuk kandang dan urea, menyirami setiap sore. Kegiatan yang mengasyikan.

Apa sih manfaat tanaman hijau? Yaitu sumber oksigen. Tumbuhan melakukan fotosintesis dengan bantuan sinar matahari, klorofil, dan gas CO2, hasilnya adalah oksigen dan makanan untuk tumbuhan. Jadi semakin banyak tumbuhan, semakin banyak suolai oksigen untuk kita. Jadi keberadaan pohon sangat penting, apalagi untuk kota seperti jakarta ini. Ruang terbuka hijau tinggal 20%. Kalau semua rumah, yang ada sedikit ruang kosong ditanami tumbuhan, maka akan menyumbang lumayan juga untuk hijaunya Jakarta.

Daripada terus mengutuk kinerja pemda yang terus menggusur kawasan kumuh dengan alasan untuk kawasan hijau, namun tetap mengijinkan mall, perumahan elite, perkantoran, menggunakan kawasan yang tida semestinya, lebih baik berbuat nyata. Menanam tanaman di rumah (maksudnya kos). Kalau tidak ada lagi ruang hijau, kalau tak punya lahan untuk ditanami, menanam dalam pot. Yang penting sprit green.
GO VEG, BE GREEN, SAVE THE PLANET.
posted on:1/23/2009 3:21:04 AM | by: meds | under: diary |
( 0 ) Komentar

