Mau melatih kesabaran, datanglah ke Jakarta
Bagi anda yang sedang menjalani latihan melatih kesabaran, mungkin sedang "nglakoni ilmu", ada baiknya mencoba ke Jakarta. Dijamin cepat ada hasilnya: lulus atau stress. Ya, jakarta dinobatkan oleh majalah Time sebagai kota terbaik untuk melatih kesabaran.
Dalam situsnya, TIME menentukan 15 terbaik wilayah yang layak dikunjungi di Asia tahun 2009 ini. Lima wilayah ini terbai dalam 3 kategori. Yaitu tempat terbaik untuk pikiran ( best for the mind), tempat terbaik untuk tubuh (best for the body), dan tempat terbaik untuk jiwa (best for the soul). Dan jakarta terpilh menjadi tempat terbaik untuk melatih kesabaran. (detik.com)
Penilaian ini ada benarnya. Salah satunya karena lalu-lintas Jakarta begitu buruk. Mungkin hanya tengah malam sampai pagi saja Jakarta tidak macet. Hujan sedikit banjir, macet. Lampu lalu-lintas mati, macet. Ada demo, macet. Ada pengerjaan galian, macet. Semua macet.
Saya setuju sekali. Kalau tak sabar, kalau hanya berebut benar, ya bisa-bisa stress. Pagi berangkat kerja, harus berhadapan dengan kemacetan. Dengan perilaku pengemudi angkutan umum yang menang-menangan, dengan sesama pengendara yang saling berebut. Sabar.
Pulng kerja, capai, panas, dan lagi-lagi macet. Mungkin juga pengaruh pekerjaan di tempat masing-masing, sehingga perjalanan pulang lebih tidak tertib. Jadi walaupun sudah capai kerja seharian, panas, haus, lapar, atau kebelet pipis, terjebak di kemacetan panjang: harus Sabar...
Tapi Jakarta tepat bagi yang lagi "nglakoni" ilmu. Dengan tantangan yang berat, hasilnya juga akan bagus. Tapi harus bisa sabar. Karena kalau tidak, Jakarta akan mengubah anda menjadi warga tipikal Jakarta: waton suloyo, kemproh, tidak tertib, kasar, cuek, dll.
« HOME
posted on:5/2/2009 1:11:53 AM | by: meds | under: diary |
( 9 ) Komentar
Komentar
Silakan berkomentar. Tuliskan url blog atau website anda dengan valid. Link di komentar ini dofollow. Jadi anda akan dapat bonus backlink
RAF mengatakan ...
5/2/2009 3:51:08 AM
Mas Meds kalau begitu aku tak test kesabaran ke jkt .. biasanya bertapa di tempat sepi kini akau mau bertapa ketempat ramai..
MEDS mengatakan ...
5/2/2009 10:58:20 AM
monggo mas Raf, tinggal pilih: mau di pulo gadung, tnabang, kp. rambutan, kalideres, senen. atau jalur senen - kp. melayu. pokoke untuk yang rame lengkap.
atau susur malam sepanjang jalan Gajah mada: harmoni - stasiun kota. di jamin ngeri...
SAKTI mengatakan ...
5/3/2009 4:20:39 AM
salam....
wah kenapa justru saya merasa melatih kemarahan ya ..ketika di jakarta.....ha ha ha ..biasanya di desa adem ayem gak pernah marah2 jadi latian marahnya malah dapet di jakarta tuh om......
tapi emang susur malam nya bikin kita mesti melatih kesabaran.....(hem....)
salam hormat...
suwun suwun suwun....
ATIKA mengatakan ...
5/10/2009 5:29:43 AM
Jakarta mang tmpat pling tpat buat melatih kesabaran,salut buat para sopir metromini yg ttp bertahan dgn provesinya,tantanganya lebih berat dari angota dpr,dgn gaji minimal tantangan maksimal saluuut buat para penakluk jalanan ibukota
ATIKA mengatakan ...
5/10/2009 5:48:53 AM
Aq dr purworejo n tngl ddepok tp aq jarang ktmu kmunitas anak pwrjo,aq cma maw ksi info tngl d dpok tu lbh enak dr d jkrt tp kl lw mpe rmptan gsalam emosi lw duji,kl mang kmu sbr,kmu lulus
5/11/2009 9:35:14 AM
Memang ajaib bin aneh di Jakarta. Saya pernah lihat ibu2 dlm Metromini. Ibu2 itu sudah capek plng krj. E... itu Metro malah mngoper pnumpang ke Metro lain. Jadilah si kernet kena TAMPAR tangannya si ibu. Hidup di JKT sing sabar ben ususe dowo. . . .
MASHEN mengatakan ...
5/14/2009 3:40:36 AM
benar juga yang sampeyan katakan...
tapi, kadangkala disaat kita sabar, ada orang lain yang maen serobot aja a.k.a ga sabaran...
marai esmosi wae...
:)
YASINTA mengatakan ...
6/26/2009 1:57:10 PM
Jakarta.. ga cocok buat yg udah terbiasa hidup di kota yang tenang, ramah, n damai. I love Yogya!
NYUBI mengatakan ...
10/3/2009 2:10:26 AM
Jadi teringat 11 tahun yang lalu, Tj. Priok - Ciputat kena macet, dari jam 3 siang ampe jam 9 malam :)